Startup Pendiri Instagram Tutup, Isi Surat Terakhirnya Mengharukan

Jakarta, CNBC Indonesia – Kevin Systrom, salah satu pendiri Instagram, mengumumkan menutup perusahaannya bernama Artifact bulan depan. Startup agregator berita berbasis AI itu hanya bertahan setahun setelah diluncurkan.

Dalam pengumuman di laman Medium, Systrom menjelaskan alasan menutup Artifact karena tidak ada jaminan investasi di masa depan. Menurutnya, ini keputusan yang harus diambil untuk kebaikan bersama.

“Kami menyimpulkan peluang pasar tidak cukup besar menjamin investasi berkelanjutan dengan cara ini. Ini mudah bagi startup untuk mengabaikannya, namun mengambil keputusan sulit di awal lebih baik untuk semua orang yang terlibat,” tulisnya, dikutip Senin (15/1/2024).

Dalam artikel itu, Systrom memuji produk dan karyawan yang bekerja dengannya setahun terakhir. Dia mengatakan tim berhasil menciptakan produk yang hebat dan disukai pengguna intinya.

Salah satu capaiannya adalah menjadi aplikasi tersebut dinobatkan sebagai aplikasi penting sehari-hari oleh Google Play Store.

“Saya bangga dengan semua pekerjaan yang telah dicapai oleh tim kecil yang beranggotakan 8 orang. Misalnya, aplikasi kami baru saja dinobatkan sebagai aplikasi penting sehari-hari tahun ini oleh Google Play Store,” ucap Systrom.

“Saya senang bisa bekerja dengan sejumlah¬†engineer dan desain paling berbakat lewat usaha ini dan berhak mendapaykan hormat dan kredit,” imbuhnya.

Penutupan berlangsung bertahap. Dimulai dengan menghilangkan kemampuan menambahkan komentar serta postingan baru, sementara postingan masih akan terlihat dalam tampilan profil pengguna.

“Artifact akan terus mengoperasikan kemampuan inti membaca berita hingga akhir Februari,” kata pria 40 tahun itu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Bos dan Karyawan Apple Ketipu Akun Instagram Palsu


(npb/npb) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *